Keselamatan & Kesehatan Kerja

30,05 juta jam kerja bebas Lost Time Injury (LTI)
sejak akhir 2014 hingga Triwulan I 2019

Salah satu faktor penting dalam kaidah teknis pertambangan adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yaitu melakukan kegiatan operasi pertambangan yang aman dan terhindar dari semua bentuk kecelakaan yang menimbulkan kerugian, baik untuk karyawan, peralatan, lingkungan dan masyarakat.

OHS adalah tanggung jawab semua pihak. MHU bersama pihak terkait bertekad menciptakan lingkungan kerja yang sehat, bebas cidera, dan melaksanakan kegiatan operasionalnya sesuai kaidah keselamatan yang berlaku.

Dengan semangat “Safety is not a gadget but a state of mind“, MHU memberlakukan Sistem Manajemen Keselamatan MHU (MSMS). Sistem ini sudah mengadopsi OHSAS 18001, Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) dan Sistem Manajemen Keselamatan¬†dan Kesehatan¬† Kerja (SMK3). Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor (CSMS) adalah bagian dari MSMS, dengan tujuan untuk memantau dan menilai kinerja kontraktor MHU dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), yang terdiri dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Sistem Manajemen Keselamatan Operasi yang mengacu pada peraturan pemerintah.

MHU secara konsisten berupaya meningkatkan kompetensi dan pengetahuan karyawan dalam hal aspek K3. Berbagai pelatihan dan program tentang pemahaman K3 dilakukan untuk mendorong, menggugah dan meningkatkan kesadaran karyawan, hingga pada akhirnya mencapai kondisi ideal dimana K3 menjadi pola pikir setiap karyawan. Budaya keselamatan adalah tujuan akhir dari pola pikir yang sudah terbentuk.

Program pencegahan kejadian/kecelakaan juga dibangun melalui standar Golden Rules, atau yang dikenal dengan istilah M-9. Standar baku ini sangat signifikan mencegah terjadinya pelanggaran atas peraturan yang berlaku di wilayah MHU. Di saat yang sama, MHU menerapkan serangkaian kebijakan terkait penyediaan sarana dan prasarana untuk setiap karyawan agar standar keselamatan pertambangan tercapai.